Manfaat terapi oksigen hiperbarik untuk penyakit menular

Manfaat terapi oksigen hiperbarik untuk penyakit menular.Penyakit menular adalah penyakit yang terjadi ketika mikroorganisme (parasit, bakteri, jamur, virus, serangga, dll) menyerang tubuh dan berkembang biak hingga melebihi batas keseimbangan ekosistem mikroba tubuh. Ada dua prinsip utama definisi ini yang perlu Anda ketahui: Pertama, agar mikroorganisme ‘normal’, yang disebut bakteri normal, dapat hidup, sejumlah mikroorganisme harus ada di dalam tubuh.

Kedua, terdapat area normal tubuh yang seharusnya bebas dari mikroorganisme, sehingga jika ditemukan pertumbuhan bakteri (bahkan bakteri normal) pada sampel dari area steril, maka dapat dikatakan telah terjadi infeksi. Contoh daerah steril antara lain paru-paru dan kantung pleura, jantung dan perikardium, otak dan selubung otak, serta rongga perut. Daerah yang dapat ditemukan flora normalnya antara lain pada kulit, bagian luar mata, mulut, saluran pernafasan bagian atas (hidung), lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

Berdasarkan definisi di atas, kita dapat mengatakan bahwa ada dua kategori mikroorganisme di dalam tubuh. Pertama, mereka adalah mikroorganisme ‘normal’ yang ditemukan di tubuh manusia. Kategori ini sering disebut ‘bakteri baik’. Baik mikroorganisme asing/patogen. Mikroorganisme patogen umumnya tidak terdapat pada tubuh manusia itu sendiri dan biasanya didapat melalui penularan (melalui udara, kontak langsung, sisa tubuh penderita yang terinfeksi, vektor nyamuk/hewan lain).


Bisakah mikroba ‘normal’ menyebabkan penyakit? Itu benar.

Mikroorganisme ‘normal’ dapat menyebabkan infeksi jika tumbuh berlebihan karena alasan apa pun. Mikroorganisme ‘normal’ hidup berdampingan dengan ribuan jenis mikroorganisme lainnya. Contoh klasik dari komunitas mikroba normal adalah usus. Usus adalah rumah bagi bakteri usus, bakteri penghasil asam laktat, dan bakteri lainnya. Mereka hidup dalam populasi yang bersaing secara sehat untuk mendapatkan makanan.

Ketika manusia mengkonsumsi antibiotik tanpa dasar penyakit menular, bakteri yang sensitif terhadap antibiotik akan mati, bakteri yang resisten terhadap antibiotik akan terus tumbuh, dan bahkan tempat di mana bakteri yang sebelumnya sensitif hidup menjadi resisten terhadap antibiotik. Bakteri resisten mulai mengambil alih. Ini hanyalah salah satu contoh gangguan keseimbangan populasi mikroba usus.

Bagaimana sistem pertahanan tubuh kita bekerja melawan invasi mikroorganisme asing? Sama seperti mesin perang, sistem pertahanan tubuh kita juga mempunyai mekanisme yang menakjubkan. Sistem sensor untuk mendeteksi keberadaan ‘musuh’ dilakukan oleh kulit dan makrofag, sistem artileri dimiliki oleh fagosit dan leukosit, dan sistem barikade dimiliki oleh kelenjar getah bening dan sel retikuloendotelial. Jika ‘musuh’ masih mampu menembus pertahanan tersebut, interleukin (IL-6), interferon dan mediator lainnya masih akan memberi sinyal respon yang cepat dan menggigil.


Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) adalah metode pengobatan oksigen hiperbarik yang memperkuat sistem pertahanan tubuh dan melemahkan pertahanan ‘musuh’. Mekanismenya dapat dibagi menjadi dua langkah.

1. Infeksi tahap awal TOHB ‘mengisi’ kemampuan sel darah putih untuk membunuh bakteri melalui mekanisme ‘pembunuhan oksidatif’. Kadar oksigen yang tinggi di lokasi infeksi dapat bertindak sebagai ‘antibiotik’.

2. Langkah lanjutan TOHB secara unik mengatur sistem pertahanan tubuh. Hal ini meningkatkan penetrasi antibiotik ke tempat infeksi (tergantung situasinya) dan membantu perkembangbiakan sel ‘memori’ yang mengingat musuh. Sel memori ini bertindak sebagai ‘jalan pintas’ pertahanan terhadap infeksi ulang dari kuman yang sama, sehingga tubuh dapat segera memilih ‘artileri’ yang tepat dan tidak perlu tertunda oleh proses identifikasi ulang kuman tersebut.

TOHB sebagai ‘antibiotik’?

TOHB dapat berfungsi sebagai antibiotik alami, membunuh bakteri secara langsung untuk bakteri anaerob dan menghentikan perkembangan bakteri untuk bakteri aerob. Studi terhadap infeksi tetanus (Clostridium tetanii), gangren gas (Clostridium perfingens), dan infeksi anaerobik lainnya menunjukkan bahwa oksigen bersifat racun bagi mereka. Hal ini dapat dipastikan melalui perbaikan klinis yang nyata, masa rawat inap yang lebih singkat, peningkatan efektivitas pemberian antibiotik, dan penurunan biaya pengobatan pada pasien yang terinfeksi bakteri anaerob.

Jenis penyakit menular yang TOHB sebagai terapi komplementernya dan disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) antara lain abses intrakranial, osteomielitis refrakter, gangren gas, dan infeksi jaringan lunak nekrotikans (indikasi UHMS).

Tinggalkan Balasan